6 Hal yang Membuat Semakin Dewasa Seseorang Dalam Hubungan

6 Hal yang Membuat Semakin Dewasa Seseorang Dalam Hubungan

Kata orang, cekcok adalahbumbu suatu hubungan. Tanpanya hubungan bakal berjalan hambar dan tanpa kesan. Meski dirasakan sebagai bumbu, nyatanya pertengkaran tak selamanya terjadi. Awal-awal pacaran sih pertengkaran masih tidak jarang terjadi. Namun semakin ke sini, anda dan dia jadi semakin jarang bahkan tak sempat kapan terakhir tercebur pertengkaran.

Perubahan ini memang tadinya tak anda sadari. Bahkan anda tahunya justeru dari komentar orang-orang di sekitarmu ini. Padahal anda merasa biasa-biasa saja. Satu-satunya evolusi yang anda alami ialah kamu yang semakin dewasa. Kira-kira mengapa ya kian dewasa anda dan dia malah makin jarang bertengkar? Mungkin di antara jawabannya terdapat pada hal-hal menururt agenbolaonlineterpercaya di bawah ini, periksa ya.

1. Pikiran kalian pun semakin terbuka. Bertengkar bukan satu-satunya urusan yang buat hubungan terdapat gregetnya

6 Hal yang Membuat Semakin Dewasa Seseorang Dalam Hubungan
6 Hal yang Membuat Semakin Dewasa Seseorang Dalam Hubungan

Pertengkaran dinamakan sebagai bumbu sebab katanya dapat membuat hubungan lebih berwarna. Tanpa pertengkaran, suatu hubungan seringnya dirasakan nggak terdapat gregetnya. Namun semakin anda dewasa, jalan pikiranmu semakin jauh terbuka. Kini bagimu dan dia, pertengkaran bukan satu-satunya urusan yang dapat membuat hubungan kalian terdapat gregetnya. Masih tidak sedikit hal yang dapat membuat hubungan kalian jauh lebih seru dan berwarna. Seperti perhatian, kasih sayang dan candaan receh yang kadang melulu dimengerti kalian berdua.

2. Semakin dewasa cara beranggapan juga semakin rasional. Buat apa capek-capek cekcok kalau masalah lebih mudah ditamatkan dengan kepala dingin?

 

Di samping semakin terbuka, cara beranggapan kalian pun semakin rasional. Dulu waktu mula pacaran, kalian gampang terbakar cemburu karena mudah termakan isu. Padahal apa yang anda dengar dari orang beda belum pasti benar. Bahkan seringnya nggak masuk dalam logika. Tapi kini teknik berpikirmu udah berbeda. Kamu dan dia memilih menenangkan pikiran dulu sebelum menuntaskan masalah bersama-sama. Sebab membicarakan suatu masalah dengan kepala panas melulu akan bikin kalian capek sendiri. Sementara jalan keluarnya belum pasti kalian temukan.

3. Makna hubungan tidak lagi sekadar selalu menjawab pesan. Tapi jauh lebih dalam laksana saling mendukung setiap impian

 

Dulu bila pacar nggak ngasih kabar, kamu dapat marah-marah seharian. Apalagi bila sampai pesanmu dianggurin tanpa balasan. Duh rasanya laksana nggak lagi dirasakan pacar, sebab dulu anda memandang pacaran ya mesti cepat balas pesan. Namun seiring semakin matangnya kalian berdua, arti hubungan tak lagi sama. Kini pesan yang belum sempat dijawab tak bakal menyulut emosimu. Sebab untuk kalian berdua, hubungan tak sekadar menjawab pesan tepat waktu. Sebab ketika ini kalian lebih konsentrasi untuk saling menyokong tanpa mengekang laksana awal-awal pacaran dulu.

4. Kemampuan menata ego dan emosi kalian pelan-pelan berkembang. Kini kalian tak lagi gampang saling menyalahkan melulu karena permasalahan sepele

 

Tambah dewasa, tak melulu cara beranggapan yang semakin berkembang. Namun keterampilan untuk menata ego dan emosi kalian pun semakin berkembang. Kalau dulu masalah sepele saja dapat buat kalian diam-diaman, kini urusan itu tak sama lagi. Ada tidak sedikit hal yang dapat menahan emosimu supaya tak gampang melupa laksana dulu. Pun saat kamu hendak minta maaf sebab melakukan kesalahan. Ada tidak sedikit hal yang mendorongmu untuk mengungguli egomu.

5. Ada rasa malu tiap kali menilik dulu dikit-dikit bertengkar. Dan kini kalian beranggapan ulang masing-masing ingin cekcok sebab tak ingin dirasakan masih bocah

 

Apaan sih berantem-berantem terus. Kayak bocah!

Satu kalimat yang tampak sepele, namun nyatanya turut menurunkan intensitas pertengkaran kalian berdua. Kalau anda ingat-ingat lagi, di mula pacaran kalian berdua lebih sering cekcok daripada sayang-sayangan. Masalah sepele hingga nggak terdapat masalah sama sekali dapat menyulut pertengkaran kalian berdua. Sampai kesudahannya kalian berdua diberi predikat “masih bocah”. Predikat itu lalu buatmu malu sendiri bila dipikir-pikir lagi. Sebab umurmu dan dia kini udah tak muda lagi. Tujuan pacaran juga tidak lagi untuk senang-senang, namun udah melangkah ke urusan serius laksana pernikahan. Jadi bila sekarang inginkan bertengkar, pikir-pikir dulu biar nggak lagi dirasakan bocah.

6. Semakin dewasa, semakin tidak sedikit hal yang mesti dipikirkan. Sayang rasanya andai waktu berdua mesti terbuang guna bertengkar

 

Dulu benak terberat melulu sekadar menilai tempat santap atau inginkan kasih hadiah apa guna ulang tahun pacar. Namun semakin dewasa, semakin tidak sedikit pula hal-hal yang butuh dipikirkan. Perihal pekerjaan, masalah family yang nggak kelar-kelar, hingga hubungan yang sebentar lagi inginkan disahkan. Hal-hal tersebut telah menyita nyaris seluruh perhatianmu. Tak terdapat lagi masa-masa dan saldo tenaga untuk cekcok soal hal-hal sepele. Rasanya sayang masa-masa dan kebersamaan kalian, bila harus dikurangi melulu untuk bertengkar.

Kata orang memang cekcok itu sesekali perlu. Namun guna sekarang, anda merasa lebih nyaman dengan hubungan yang laksana ini. Jarang cekcok sampai tak ingat kapan terakhir sama-sama emosi. Toh bila dari alam bawah sadarmu telah tak hendak bertengkar, bikin apa dipaksa-paksa lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *